Selasa, 08 November 2011

Resensi

Istana Bogor


Istana Bogor di rancang pada tahun 1744 oleh Gubernur Jenderal Gustaaf Willem Baron Van Imhoff dan dibangun tingkat tiga dari tahun 1974-1750. Awalnya bernama Buittenzorg atau Sans Souci, difungsikan sebagai rumah peristirahatan. Terletak di Jalan Ir H Juanda no.1 Bogor, Kecamatan Bogor Tengah, Kotamadya Bogor.
Akibat meletusnya Gunung Salak pada 10 Oktober 1834, Istana tersebut rusak berat dan baru dibangun kembali pada tahun 1850. Oleh Gubernur Jenderal Albertus Jacob Duijmayer van Twist (1851-1856) bangunan tersebut kembali dirubuhkan dan dibangun dengan mengambil arsitektur Eropa abad ke 19.
Selama tahun 1870 hingga 1942 Istana Buittenzorg menjadi tempat kediaman resmi dari 38 Gubernur Jenderal Belanda dan satu orang Gubernur Jenderal Inggris.
Sejak tahun 1950 istana Kepresidenan Bogor mulai dipakai oleh pemerintah Indonesia, dan resmi menjadi salah satu istana Presiden Indonesia.
Sejak tahun 1968 Istana Bogor resmi dibuka untuk umum atas restu dari Presiden Soeharto. Diperkirakan arus pengunjung domestik dan manca negara mencapai 10 ribu orang per tahun.
Istana Bogor pernah menjadi tempat pertemuan tahunan menteri ekonomi APEC ( Asia-Pasific Economy Cooperation) yang diselenggarakan pada 15 November 1994. Pertemuan ini menghasilkan Deklarasi Bogor.

Sumber: Ensiklopedia Jawa Barat 1

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

terima kasih atas komentar pengunjung demi eksisensi blog perpustakaan SDN Polisi 4 Bogor yang lebih baik. Salam staf Perpus; Dermila Akhirani,A.Md